Senin, 30 November 2015

Ilmu Budaya Dasar



Paper 10: Contoh Karya yang Berkaitan Dengan Penderitaan




Image by : Aldy Syahrizan (@aldyijan on instagram)

Foto diatas menunjukkan betapa menderitanya masyarakat kecil yang tengah berjuang melanjutkan hidup. Gerobak itu adalah sumber untuk mencari nafkah, mencari uang untuk sesendok nasi bagi keluarganya. Karena keterpurukan ekonomi yang mereka hadapi, salah satu sumber uang yang mereka punya harus terpaksa dijual.               
Jadi mulai sekarang kita harus bersyukur dengan segala hal yang telah kita miliki saat ini. Lihatlah kebawah, maka kita akan tahu masih banyak orang yang lebih menderita daripada kita. Semangat dalam menjalani hidup. Iringi senyuman serta doa dalam setiap langkahmu.


Ilmu Budaya Dasar

Paper 9 : Manusia dan Penderitaan

1.      Pengertian Penderitaan
Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapat di rasakan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun batin. Penderitaan juga termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang di anggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan suatu penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagian.
2.      Pengertian Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

3.      Kekalutan mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif. Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.

4.      Kaitan penderitaan dan perjuangan
Penderitaan pasti di alami oleh setiap individu. Namun, jika individu tersebut tidak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan kekalutan yang akan terus dirasakan. Salah satu cara untuk terlepas dari keterpurukan adalah dengan cara berjuang melewati keterpurukan tersebut. Tetapi, ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari setiap individu itu sendiri yang mengalami penderitaan tersebut.
Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, selelu berfikir positif, dan tetap bersemangat menjalani kehidupan, merupakan contoh-contoh tindakan untuk terlepas dari hal-hal atau dampak suatu penderitaan. Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan, namun jika terus berjuang, terus mencoba untuk bangkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.

5.      Kaitan Penderitaan, Media Massa, dan Seniman
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bemama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul “Arie Hangara”.

6.      Sebab-sebab penderitaan
a)      Penderitaan yang timbul karena penyakit/takdir
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit. Namun kesabaran, tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
b)      Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk.
Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita, misalnya seorang istri yang menderita saat diperlakukan kasar oleh suaminya.
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan juga menyebabkan penderitaan manusia, misalnya musibah banjir dan tanah longsor bermula dari penghunian liar di hutan lindung, pembakaran hutan untuk kepentingan pribadi.

7.      Pengaruh penderitaan
Dapat berupa kekecewaan, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran. Pengaruh penderitaan juga dapat berupa perubaahn pola berfikir seseorang, perubahan tingkah laku, serta pandangan hidup seseorang. Tidak dapat dipungkiri jika suatu penderitaan yang di alami oleh setiap orang, masih banyak yang berpandangan bahwa penderitaan hanya membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka. Tanpa disadari jika mereka berusaha berfikir dan menggali makna dari penderitaan tersebut sebenarnya memiliki suatu arti berupa pelajaran bagi setiap individu tersebut.

Minggu, 15 November 2015

Ilmu Budaya Dasar

Paper 8 : Keindahan Alam



Alasan saya memotret pemandangan ini adalah karena rumputnya yang hijau melimpah, bebatuan yang indah dan kesejukkan udaranya, bisa membuat pikiran kita segar kembali. karena di daerah perkotaan tidak ada pemandangan seperti ini.

Sumber : Cinangneng, Bogor. Jawa Barat
Karya    : Dhea Mayangsari Aisyah

Senin, 09 November 2015

Ilmu Budaya Dasar

Paper 7 : Manusia dan Keindahan


Pengertian Keindahan
Keindahan biasanya diartikan sebagai sesuatu yang indah, tak ada cacat celanya, mempesona sempurna, mengagumkan, lainya, memiliki daya tarik, dan sebagainya. Dalam hukum keindahan, keindahan itu sendiri relative sifatnya,berubah-ubah, dan selalu disesuaikan atau dihentikan penilaiannya oleh dan dengan selera pengagum keindahan tersebut.

Renungan
Renungan berasal dari kata renung yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.  Namun renungan pemikiran mendalam terhadap cerita,analogi,anekdot atau peristiwa untuk mendapatkan hikmah tertentu. Ada hasil yg kita dapatkan dari renungan, yaitu berupa hikmah. Dan hikmah itu selalu baik. Apa istimewanya hikmah yang kita dapatkan dari hasil renungan ? hasil yang kita dapatkan dari renungan yaitu hikmah yang kita dapatkan dari hasil pemikiran mendalam dari sebuah cerita, analogi, anekdot, atau peristiwa yang akan langsung masuk dari qolbu kita. Proses mendapatkan hikmah dari renungan adalah sebuah momen atau pencerahan yang tidak akan mudah dilupakan. ini yang akan menjadikan hikmah dari hasil renungan akan awet menempel dari qolbu kita.

Keserasian
Keserasian adalah perbandingan antar kedua belah sesuatu menjadi sesuatu yang cocok. Keserasian itu bisa dikatakan bukan hanya sesuatu yang cocok dan wajar, namun sesuatu yang memiliki nilai lebih dari wajar. Keserasian Berasal dari kata "serasi" artinya cocok atau sesuai, memilki faktor perpaduan dan keseimbangan. Dalam hubungannya dengan keindahan, keserasian memiliki makna perpaduan antara berbagai unsur yang menjadi satu sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan. Sehingga keserasian memiliki hubungan yang erat kaintannya dengan keindahan, tanpa adanya keserasian, keindahan tidak akan terwujud dalam sebuah karya atau benda yang diciptakan manusia dalam tujuan estetika. Keserasian sangat berhubungan dengan keindahan, sesuatu yang serasi akan tampak indah. Dalam keselarasan seseorang memiliki perasaan seimbang, dan mempunyai cita rasa akan sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat ditengah-tengah kesempurnaan yang menyenangkan hati .

Kaitan manusia dan keindahan
Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Dua hal yang indah yang selalu berdampingan. Dua hal tersebut juga berdampingan dengan Manusia.  Melalui panca indera manusia menikmati keindahan dan setiap saat tak dapat berpisah dengannya, dan berupaya untuk dapat menikmatinya. Kalau tidak dapat memperolehnya manusia mencari kian kemari agar dapat menemukan dan memuaskan rasa dahaga akan keindahan.  Manusia diberikan keindahan yang sangat luar biasa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, manusia diharapkan untuk selalu menjaga keindahan-keindahan yang dimilikinya, yang ada pada dirinya agar senantiasa keindahan tersebut dapat berguna dan dinikmati oleh semua orang.
Jadi menurut pendapat saya, Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Lalu keindahan alam yang mempesona juga mampu membuat manusia hidup lebih nyaman dan terhindar dari rasa stress. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat  mencintai keindahan.


Senin, 02 November 2015

Ilmu Budaya Dasar

Paper 6       : Cerpen tentang Manusia dan Kasih Sayang


Minie

Namaku Tami, hari ini aku dan sahabatku, Mala sedang menyusuri sebuah kebun  yang berada di belakang rumah kami. Hampir setiap pulang sekolah kami selalu kesini.  Dedaunan pohon yang rindang, angin yang bertiup kencang, dan kupu-kupu yang berterbangan dengan bebas membuat kami betah. Biasanya kami akan tidur siang dibawah pohon jambu milik kakeknya Mala. Sambil bercanda dan bercerita tentang kejadian-kejadian lucu yang pernah kami alami. Terkadang saat kami lapar, Mala akan memanjat pohon jambu kakeknya dan memetik beberapa buah untuk kami. Walaupun aku takut dengan aksi Mala, tapi aku tetap membantu menangkap jambu-jambu yang dilempar Mala dari atas.
Saat kami sedang asyik memakan buah jambu tiba-tiba aku melihat seekor anak kucing yang sedang mengintip kami dari belakang pohon. “Mal, itu kucing siapa?” tanyaku heran “Gatau Mi, coba samperin yuk.” Dengan langkah penasaran, aku dan Mala menghampiri anak kucing tersebut. Tetapi sebelum kami menemukannya, kucing kecil itu lari ke dalam kebun. “Yahhh kucingnya lari Mal. Padahal aku penasaran.” “Aku juga Mi, besok cari lagi yuk. Siapa tau kucingnya balik ke sini lagi.”
Keesokan harinya, aku dan Mala kembali lagi ke kebun. Kali ini tujuan kami bukan untuk tidur siang atau memetik buah jambu. Kami akan kembali mencari anak kucing yang mengintip kami kemarin. Kami sudah mengelilingi kebun sebanyak tiga kali. Tetapi kucing itu tidak ada. Aku dan Mala mulai merasa lelah. Akhinya kami bersender pada pohon jambu sambil meminum sebotol air yang kami bawa. “Kayaknya kucingnya udah pergi jauh deh Mal.” “Hmm iya ya. Ga mungkin dia balik lagi kesini.”
“Miiaaaww..”
“Eh eh kamu denger gak ada suara anak kucing tadi?” “Aku denger banget Mal.” Secara perlahan kami mencarai asal suara tersebut. Dan akhirnya aku dan Mala melihat kucing kecil itu dengan jelas. Dia sedang menggaruk badan dengan kakinya. Warnanya putih bersih, ekornya kecil, dan matanya yang berwarna kuning membuat kami gemas melihatnya.
Aku mengeluarkan snack ikan yang sudah siapkan tadi. Lalu aku mencoba untuk memanggilnya “Puss.. ckckck pusss..” dengan kemampuan mencium yang tinggi, anak kucing itu menoleh kearahku dan langsung berlari untuk memakan snack ikan tersebut. Aku dan Mala sangat senang karna kami berhasil membuat dia menghampiri kami. “Kucing ini lucu banget Mi, aku suka deh” “Aku juga suka banget Mal.” “Kasih nama apa ya yang bagus?” kataku sambil berfikir. “Gimana kalau Putih? Bulunya kan putih bersih Mi.” “Kayanya kurang bagus deh Mal.” “Hmmm gimana kalau Belo? Matanya kan lucu banget Mi belo gitu” “Boleh-boleh tapi cari lagi deh Mal.” “Ahh aku tau. Kita kasih nama Minie aja. Kan badannya kecil imut gitu.” “Bagus tuh. Oke nama kamu sekarang Minie yaaa” kataku sambil mengelus lembut kepalanya. Lalu kami menhabiskan sore hari itu dengan Minie.
Setiap hari aku dan Mala ingin cepat-cepat pulang sekolah dan pergi ke kebun untuk bermain dengan Minie. Mengelilingi kebun, bermain lompat tali,sampai  memanjat pohon jambu, kami lakukan bersama Minie. Sekarang Minie sudah tumbuh besar dan tidak pemalu lagi. Aku dan Mala sangat menyayangi Minie.
Tetapi pada suatu hari, saat kami ke kebun Mini tidak muncul. Aku dan Mala sudah mengelilingi kebun dan memancing dengan snack ikan kesukaannya. Tapi Mini tidak kunjung datang. Kami tetap mencari Minie di sekitar kebun setiap hari selama seminggu, tetapi hasilnya nihil. “Aku sedih Mal Minie udah ga pernah main bareng kita lagi.” “Aku juga Mi, aku kangen sama Minie.”

            Kami berharap alasan Minie tidak pernah muncul lagi karena sudah ditemukan oleh pemiliknya. Tetapi kenangan kami bersama Minie tidak akan pernah kami lupakan.